This is Pertamax


Buat post pertamaku di blok ini, aku mau sedikit membahas tentang pelajaran... ..... .... gak lah. Gak mungkin banget aku mbahas pelajaran. Bisa-bisa malah dikeluarin sebagai salah satu penulis di blog ini.. Oke perlu dicatat, aku kalo sehari-hari menggunakan gaya “aku-an”. Tapi karena kebiasaanku nulis di blog pribadiku, aku lebih nyaman dengan gaya “gue-an”. Karena terkesan lebih nyantai dan kayak anak-anak Ghaauull geeThoch (sorry ini alay bukan gaul)...

Oke kita mulai. Pertamax. Nama yang diambil dari nama bahan bakar berkualitas tinggi. Mencerminkan sebuah kualitas yang paling baik di Indonesia saat ini. Digunakan sebagai nama kelas gue setelah melalui beberapa seleksi alam. Secara tidak langsung memberikan pengertian (barusan terlintas di pikiran gue) bahwa anggotanya merupakan bibit masa depan dengan kualitas tinggi sebagai bahan bakar kemajuan bangsa Indonesia. Wuishh.... Tapi gue yakin (seyakin gue meyakini bahwa gue emang gak bisa menjadi putih seperti pemandu acara “Dokter Oz”) bahwa Hilman sebagai pengusul nama Pertamax gak pernah mikir makna pertamax sendiri sampe sejauh itu..

Menurut pembuatnya, Pertamax sendiri memiliki kepanjangan seperti berikut.. gue lupa. (gue tanya di WA pun, penghuninya menjawab lupa). Pokok ada X-traordinary gitu dibelakangnya. X-traordinay itu kalo gak salah artinya “luar biasa” atau “unik”. Unik mungkin karena dari segi tempat aja terletak pas di bawah pohon beringin sekolah.
 

Nih kelas rame banget. Apalagi kalau pas ada jam kosong. Pamela salah satu anggota kelas aja sampe kejang-kejang kegaringan (saking garingnya sampe jadi bikin yang lain ketawa). Garing overload (peace pam -.-v). Karena rame gitu, mungkin penghuni pohon beringin di depan sekali-kali marah. Tapi yang jadi sasaran mah gue. Buktinya, modem gue ilang gitu aja tanpa bekas.

Sehari-hari juga gue sering kehilangan. Contohnya yang sering tuh tutup bolpoin. Baru balikin badan buat ngobrol sama bangku belakang aja, secara ajaib tanpa ada peringatan bolpoin gue dah gak ada tutupnya. Kalo lagi apes mah sekalian sama bolpoinnya. Mungkin member lain juga pernah ngalamin hal ini. Saran gue yaitu bertanyalah ke Fariz Rosfandy. Karena dialah satu-satunya orang yang paling sering punya bolpoin gratis dari hasil mulung di lantai.

*Note: Jika ingin pembuktian dari kasus yang udah gue beberin di atas, cobalah angkat bolpoin kalian terus bilang “bolpoin sapa nih?”. Secara ajaib pasti tetiba Fariz nongol di hadapan kalian dengan wajah polosnya terus bilang “wah bolpoinku itu. iya bolpoinku. untung ketemu”.

Oh ya... Kelas ini termasuk kelas yang kompak brot.... Contohnya aja kalo lagi ada tugas. Pasti semuanya saling “kerja sama”. Yang satu kerja, yang lain sama. Kalo dipikir-pikir, hal ini banyak manfaatnya. Manfaat yang jelas yaitu: Pertama adalah membangun kekompakan. Kedua memberi motivasi para anggota buat datang pagi (ngerjain PR). Ketiga yang paling penting yaitu meringankan tugas guru karena cukup mengoreksi satu pekerjaan siswa saja (yang lain mah sama). Secara tidak langsung, nih kelas dapet pahala karena membantu guru tersebut.


Gue rasa kelas ini bakal jadi kelas yang ternyaman dan terakur dari kelas-kelas lain. Udah gitu aja buat kali ini. Mungkin pos-pos gue selanjutnya bakalan berisi hal-hal berbau cinta. Karena jelas masa-masa SMA gak mungkin terlepas dari kisah cinta. Meski banyak yang pada gak ngaku, gue yakin di hati kecil mereka menyimpan sesuatu. Sekian terima saja....



Pamela

Fariz


Pertamax


2 comments:

  1. eh.. ngawur.. pertamax itu filosofinya dalem bro :p #ihiii~

    ReplyDelete
  2. Aku gak enekkkk hmmmmmm kan aku anak hitz pertamax wkekeke

    ReplyDelete